Menjelang Pendaftaran PPPK 2024, Guru Honorer Negeri Malah Tergeser

saranginews.com, JAKARTA – Jelang pendaftaran PPPK 2024, guru honorer negeri dipecat.

Perubahan situasi antara guru veteran (P3) dan guru PPPK (P1) berlangsung sengit karena harus memperjuangkan kedewasaan yang sama. Padahal, menurut Amanah, guru P1 masih harus diselesaikan. 

BACA JUGA: Nasib Guru Senior Tanah Air Belum Aman Jelang Keluarnya Daftar HSC 2024, Buktinya

Namun, pada saat yang sama, guru-guru senior harus diberi kesempatan untuk mengikuti kompetisi PPPK. 

“Sekarang guru kelas 1 mendukung penggantian guru senior (P3), padahal sama-sama punya hak. Tampaknya saling bertentangan,” kata Ketua P2G Garut Rida Rodiana, Jumat. (19/7). 

Baca Juga: Guru senior negeri menuntut prioritas P1 untuk PPPK 2024 dan pemutusan kontrak kerja.

Ia menambahkan, fenomena penggusuran di Jabar merugikan guru-guru senior. Umumnya kuota yang ditawarkan pemerintah daerah adalah setengah dari kuota yang ditawarkan pemerintah pusat. 

Misalnya jumlah guru P1 di Jabar sebanyak 1.529 orang dan jumlah guru non-ASN sebanyak 8.974 orang, namun kuota PPPK tahun 2024 hanya 1.529 orang. Padahal, jumlah guru yang dibutuhkan di Jabar sebanyak 11.583 orang.

BACA JUGA: Guru Berprestasi Negeri Mau Diprioritaskan di PPPK 2024, Jangan Bentrok dengan P1 Swasta.

“Makanya sekolah butuh tenaga kita, tapi guru senior tidak punya kesempatan mengikuti kompetisi PPC,” kata guru senior lyceum ini. 

Rida mengungkapkan, Anggaran Belanja Daerah (APBD) Jabar yang dikelola Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berjumlah lebih dari 11 triliun. Sedangkan gaji 8.974 guru senior se-Jabar hanya Rp465 miliar setahun sebesar Rp3,7 juta. 

Rida mempertanyakan mengapa Pemprov Jabar tidak berani membuka kuota guru PPPK untuk guru senior.

 Gaji guru senior di Jabar tidak sampai 8,6 persen dari anggaran yang dikelola Dinas PSMA dan PSMK Dinas Pendidikan Jabar, lanjut Rida (esy/jpnn).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *